Tugas individu
MAKALAH TERAPI MODALITAS SENAM KAKI DIABETIK
(DM) PADA LANSIA

Oleh :
WAODE
YUNITA
S.0017.P.041
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA
KESEHATAN KENDARI
PRODI S1
KEPERAWATAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT karena atas
rahmat dan hidayah-Nya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Terapi
modalitas senam kaki diabetik pada lansia” dengan sebaik-baiknya.
Dalam penyusunan makalah ini, kami telah mengalami
berbagai hal baik suka maupun duka. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini
tidak akan selesai dengan lancar dan tepat waktu tanpa adanya bantuan,
dorongan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Sebagai rasa syukur atas
terselesainya maklah ini, maka dengan tulus kami sampaikan terimakasi kepada
pihak-pihak yang turut membantu.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari masih banyak
kekurangan baik padaa teknik penulisan penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
dapat diterapkam dalam, menyelesaikan suatu permasalahan yang berhubungan
dengan judul makalah ini.
Kendari, 20 desember 2021
DAFTAR ISI
Contents
MAKALAH TERAPI MODALITAS SENAM KAKI DIABETIK
C. Indikasi Dan Kontraindikasi
D. Hal Yang Harus Dikaji Sebelum Senam Kaki Diabetes
D. Prosedur Pelaksanaan Senam Kaki Diabetes
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usia
lanjut merupakan masa usia di mana terjadi perubahan-perubahan yang menyebabkan
terjadinya kemunduran fungsional pada tubuh. Salah satunya adalah terjadinya
penurunan produksi dan pengeluaran hormon yang diatur oleh enzim-enzim yang
juga mengalami penurunan pada usia lanjut. [1]
Diabetes melitus pada usia lanjut
mempunyai gambaran klinis yang bervariasi luas, dari tanpa gejala sampai dengan
komplikasi nyata dan kadang-kadang menyerupai penyakit atau perubahan yang
biasa ditemui pada usia lanjut. Keluhan umum pasien DM seperti poliuria,
polidipsia dan polifagia, pada DM usia lanjut tidak ada. Umumnya pasien datang
dengan keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan
saraf. Hal ini kemungkinan disebabkan karena pada usia lanjut, respon tubuh
terhadap berbagai perubahan/gejala penyakit mengalami penurunan. Oleh karena
itu, dipandang perluntuk mengadakan therapy modalitas lansia yang
bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan termasuk fungsi
kognitif dan kesehatan fisik. [1]
Kebiasaan maupun perilaku
masyarakat seperti kurang menjaga kebersihan kaki dan tidak menggunakan alas
kaki saat beraktivitas akan beresiko terjadi perlukaan pada daerah kaki.
Keadaan kaki diabetik lanjut yang tidak ditangani secara tepat dapat
/berkembang menjadi suatu tindakan pemotongan amputasi kaki. Adanya luka dan
masalah lain pada kaki merupakan penyebab utama kesakitan morbiditas,
ketidakmampuan disabilitas, dan kematian mortalitas pada seseorang yang
menderita diabetes melitus (Soegondo, 2009). Peran perawat komunitas dalam
memberdayakan individu, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan dalam
mengelola permasalahan kesehatan yang terjadi.[2]
Saat ini, penyakit diabetes mellitus (kencing manis) bukan hanya milik
kaum lansia. Semua kalangan usia, mulai balita hingga orang dewasa, juga bisa
terjangkit salah satu jenis sindrom metabolic tersebut. Ada tiga terapi
pengobatan penyakit kencing manis. yakni, mengalami pola hidup sehat, rutin
senam diabetes, dan minum obat. Karena itu, diabetesi dianjurkan melakukan
senam diabetes secara rutin 3-4 kali seminggu. Rutin senam terbukti bisa
mengontrol kadar gula darah tubuh, agar tak bertambah tinggi. Dari sudut ilmu
kesehatan,tidak diragukan lagi bahwa olah raga apabila dilakukan sebagaimana
mestinya menguntungkan bagi kesehatan dan kekuatan pada umumnya.selain itu
telah lama pula olah raga digunakan sebagai bagian pengobatan diabetes melitus
namun tidak semua olah raga dianjurkan bagi pengidap diabetes melitus bagi
orang normal juga demikian karena dapat
menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan salah satu jenis olah raga yang dianjurkan
terutama pada penderita usia lanjut adalah senam kaki.[3]
Berdasarkan Organisasi kesehatan dunia WHO
(World Healt Organization) memperkirakan bahwa lebih dari 346 juta orang di
seluruh dunia mengidap DM. Jumlah ini memungkinkan akan lebih dari dua kali
lipat pada tahun 2030 tanpa intervensi. Hampir 80% kematian diabetes terjadi di
Negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia menempati urutan ke-4
terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia. Di Indonesia[4]
B. Rumusan Masalah
a.
Apakah definisi senam kaki diabetes
b.
Apakah tujuan senam kaki diabetes
c.
Apakah indikasi dan kontraindikasi senam kaki diabetes
d. Apa
sajakah hal-hal yang harus dikaji sebelum senam kaki diabetes
e.
1agaimanakah prosedur pelaksanaan senam kaki diabetes
f. Apa
sajakah hal-hal yang harus dievaluasi setelah senam kaki diabetes
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Dapat memahami dan
memperagakan kembali senam kaki pada pasien penderita diabetes melitus.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui definisi senam kaki
diabetes
b. Untuk mengetahui tujuan senam kaki diabetes
c. Untuk mengetahui indikasi dan
kontraindikasi senam kaki diabetes
d. Untuk mengetahui hal-hal yang harus dikaji
sebelum senam kaki diabetes
e. Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan senam
kaki diabetes
f. Untuk mengetahui hal-hal yang harus
dievaluasi setelah senam kaki diabetes
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Perawatan kaki merupakan upaya pencegahan primer terjadinya luka pada kaki
diabetes . Salah satu tindakan yang harus dilakukan dalam perawatan kaki untuk
mengetahui adanya kelainan kaki secara dini adalah dengan melakukan senam kaki
diabetes, disamping memotong kuku yang benar, pemakaian alas kaki yang baik,
dan menjaga kebersihan kaki.
kaki
diabetes adalah salah satu komplikasi kronik yang paling ditakuti. Angka
amputasi akibat diabetes masih tinggi, sedangkan biaya pengobatan juga sangat
tinggi dan sering tidak terjangkau oleh masyarakat umum. Senam adalah latihan
fisik yang dipilih dan diciptakan dengan terencana, disusun secara sistematik
dengan tu?uan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis.[3]
Senam
adalah latihan fisik yang dipilih dan diciptakan dengan terencana, disusun
secara sistematik dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara
Harmonis (Probosuseno, dikutip dalam Nasution,
2010). Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan penderita
diabetes untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran
darah pada kaki (Sumosarjuno, dikutip dalam Nasution, 2012).[5]
B. Tujuan Senam Kaki Diabetes
Adapun tujuan
yang diperoleh setelah melakukan senam kaki ini adalah memperbaiki sirkulasi
darah pada kaki pasien diabetes, sehingga nutrisi lancar kejaringan tersebut. Gerakan
dalam senam kaki DM tersebut seperti yang disampaikan dalam National Diabetes
Educators Training Camp tahun 2005 dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah
di kaki. Bisa mengurangi keluhan dari neuropathy sensorik seperti; rasa pegal,
kesemutan, gringgingen di kaki. Manfaat dari senam kaki DM yang lain adalah
dapat memperkuat otot-otot kecil, mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki,
meningkatkan kekuatan otot betis dan paha "gastrocnemius, hamstring,
quadriceps, dan mengatasi keterbatasan gerak sendi. Senam kaki DM dapat menjadi
salah satu alternatif bagi pasien DM untuk meningkatkan aliran darah dan
memperlancar sirkulasi darah, hal ini membuat lebih banyak jala-jala kapiler
terbuka sehingga lebih banyak reseptor insulin yang tersedia dan aktif. Kondisi
ini akan mempermudah saraf menerima nutrisi dan oksigen yang mana dapat
meningkatkan fungsi saraf.[3]
Adapun
tujuan yang diperoleh setelah melakukan senam kaki ini adalah:
a.
Memperbaiki sirkulasi darah
b.
Memperkuat otot-otot kecil
c.
Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
d.
Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
e.
Mengatasi keterbatasan gerak sendi (Wibisono, dikutip dalam, Nasution, 2010)[5]
C. Indikasi Dan Kontraindikasi
a.
Indikasi dari senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita Diabetes
mellitus dengan tipe 1 maupun 2. Namun sebaiknya diberikan sejak pasien
didiagnosa menderita Diabetes Melitus sebagai tindakan pencegahan dini.
b. Kontra indikasi,
klien yang mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dispnea atau nyeri
dada. Orang yang depresi, khawatir atau cemas. (Kamariyahs, 2011)[5]
D. Hal Yang Harus Dikaji Sebelum Senam
Kaki Diabetes
1. Lihat keadaan
umum dan keadaran pasien
2. Cek tanda-tanda vital sebelum melakukan
tindakan
3. Cek Status respiratori
(adakan Dispnea atau nyeri dada)
4. Perhatikan
indikasi dan kontraindikasi dalam pemberian tindakan senam kaki tersebut
5. Kaji status
emosi pasien (suasanan hati/ mood, motivasi)[3]
D. Prosedur Pelaksanaan Senam Kaki
Diabetes
Alat
yang harus dipersiapkan, yaitu kertas koran 2 lembar, kursi (jika tindakan
dilakukan dalam posisi duduk), prosedur pelaksanaan senam. Persiapan bagi klien
adalah kontrak topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki.
Lingkungan yang mendukung perlu diperhatikan seperti lingkungan yang nyaman
bagi pasien, menjaga privasi pasien.
Langkah-langkah
pelaksanaan senam kaki (STIKES Alma Ata, 2013) (Kamariyahs, 2011):
a. Perawat mencuci tangan
b. Posisikan pasien duduk tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai

c. Dengan meletakkan tumit di lantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan
ke atas lalu dibengkokkan kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali.

d. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki
dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki
diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas. Dilakukan pada kaki
kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.

e. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung
kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada
pergelangan kaki sebanyak 10 kali..

f. Jari-jari kaki diletakkan dilantai.Tumit
diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki
sebanyak 10 kali.

g. Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan.
Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke
kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.

h. Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian
angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan
kembali ke lantai.

i. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah
( h), namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.

j. Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan
posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.

k. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki,
tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara
bergantian

l. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola
dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti
semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja.
(1) Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
(2) Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
(3) Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki, lalu
letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
(4) Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.

m. Hal yang di Evaluasi Setelah Tindakan Setelah
malakukan senam kaki evaluasi pasien apakah pasien dapat menyebutkan kembali
pengertian senam kaki, dapat menyebutkan kembali 2 dari 4 tujuan senam kaki,
dan dapat memperagakan sendiri teknik-teknik senam kaki secara mandiri.
n. Dokumentasi Tindakan Perhatikan respon pasien
setelah melakukan senam kaki. Lihat tindakan yang dilakukan klien apakah sesuai
atau tidak dengan prosedur, dan perhatikan tingkat kemampuan klien melakukan
senam kaki (Setyoadi & Kushariyadi, 2011).[5]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Senam kaki diabetik adalah kegiatan atau
latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya
luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki yang memiliki tujuan
memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil, mencegah terjadinya
kelainan bentuk kaki, meningkatkan kekuatan otot betis dan paha, mengatasi
keterbatasan gerak sendi. Untuk itu penderita diabetes mellitus di anjurkan
untuk melakukan senam kaki. Peran kita sebagai perawat adalah membimbing klien
untuk melakukan senam kaki agar klien dapat melakukan senam kaki secara
mandiri.
B. Saran
Dalam
pembuatan makalah ini kelompok masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu
kelompok meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga
makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
[1] E. S. Han and A. goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, “済無No Title No Title,” J. Chem.
Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2019.
[2] M. D. I.
Magelang, “KADAR GULA DARAH PADA AGGREGAT LANSIA DIABETES,” pp. 76–82, 2013.
[3] A. Lata, “No
Title,” pp. 1–12.
[4] P. Tanjung,
E. Kabupaten, and T. Datar, “Pengaruh senam kaki terhadap peningkatan sensitivitas
kaki pada penderita diabetes melitus tipe ii di wilayah kerja puskesmas tanjung
emas kabupaten tanah datar,” vol. 1, no. 2, pp. 28–34, 2019.
[5] “Oleh: MAF’
UL C121 12 627,” 2014.
LINK VIDEO TERAPI MODALITAS SENAM KAKI DIABETES PADA LANSIA
https://youtu.be/TuJElnj4vTs
Komentar
Posting Komentar